Koneksi Di desa Pacanggaan


Susah Sinyal

Tinggal di daerah pelosok desa memang sangat lah menyenangkan karena kita bakalan jauh dari polusi dan asap pabrik yang mencemari kesegaran udara yang kita hirup dari alam. Akan tetapi tinggal di pelosok desa, bukan berarti kita tidak ada kekurangan apapun, kadang bisa kita bilang kalo tinggal di pelosok desa itu lebih menyedihkan dari pada di kota.
Di era milenium saat ini di mana masyarakat yang lebih bergantung kepada teknolgi dan jaringan sosial membuat masyarakat tak bisa jauh jauh dengan satu istilah ini “Sinyal”. Iya sinyal. Saat ini sinyal sudah bagaikan oksigen yang tak bisa jauh-jauh dengan manusia. Apalagi bagi mahasiswa, sinya adalah segalanya setelah Tuhan. Mengapa? Karena ketika sinyal itu bagus maka saat itu juga kita bisa mengakses berbagai informasi dan pengetahuan dengan baik di Internet. Hal itu akan sebaliknya terjadi jika sinyal buruk, kita akan mengalami kesulitan dalam memgakses berbagai informasi di Internet. Dan terkadang hal itu membuat pelajar, mahasiswa frustasi dengan hal tersebut.
Situasi semacam ini juga pernah kami alami ketika kkn yang bertempat di desa Pacanggaan. Desa Pacanggaan merupakan desa yang terdpat di kecamatan Pangarengan kabupaten Sampang yang mana letaknya terdapat di pelosok desa yang jauh akan alfamart, konter, pasar, tower sinyal dan wisata. Tak heran jika kami mengalami kesulitan dalam mengakses informasi dan mengupdate status di WA. Selain itu sinyal semua kartu di sini sangatlah sulit untuk terhubung. Terkadang lebih parahnya lagi, sinyalnya tiba tiba hilang dan muncul tulisan emergency calls only artinya hanya panggilan darurat.
Ada sebuah cara bagaimana kita bisa mendapatkan sinyal yang bagus, yaitu dengan cara Hunting Signal (HuntSig) sambil jalan kaki dengan mengangkat tangan kita dengan posisi handphone tergegam erat di tangan kita. Biasanya, kita akan mendapatkan sinyal yang bagus ketika berada di ladang sawah para petani.  Kegiatan seperti ini sangatlah menenangkan dan jarang kami lakukan jika kita berada di kampus atau di daerah kita masing-masing yang mayoritas tinggal di daerah perkotaan.
Susah sinyal memang sedikit membuat kami ribet dalam berkomunikasi akan tetapi susah sinya memberikan pelajaran kepada kita agar tidak selalu setiap waktu memegang hp kita dari pada Al-quran, buku bacaan atau ilmu pengetahuan, berdzikir dan hal-hal positive yang lainnya. Selain itu juga menjaga mata kita dari minus karena setiap hari setiap, waktu, menit, detik selalu memamndang layar hp yang memiliki radiasi cahaya yang memberikan dampak buruk terhadap mata kita jika keseringan menatapnya.
Mungkin inilah salah satu alasan mengapa tingkat minus yng dialami oleh masyarakt kota lebih tinggi dibandinkan dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan. Hal itu dibuktikan melalui hasil survei kami ketika kami terjun kepada masyarakat langsunng. Hampir semua masyakatnya masih memiliki kemampuan melihat yang baik tanpa bantuan kaca mata. Anehnya lagi, kebanyakan para masyarakat yang sudah lanjut usia masih memiliki penglihatan yang baik, mereka. Dari 99% masyarakat lansia hanya 20% yang membutuhkan bantuan kaca mata ketika dia mau mengaji, atau membaca  tulisan tidak untuk digunakan setiap waktu. Berdasarkan hal tersebut, kami menyimpulkan itulah slah satu manfaat dari susahnya sinyal yang terdapat di daerah pelosok dan desa.
Susah sinyal memang menjadi permasalahan relativ serius bagi kami, akan tetapi kami percaya akan ada sesuatu positif yang terdapat di dalamnya. Seperti apa yang sudah dijelaskan di dalam al-quran bahwasanya segala sesuatu diciptakan di dunia ini berpasang-pasangan seperti Positif negatif, baik buruk, pintar dan bodoh.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar